Rabu, 19 Maret 2014

ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB

129. Abu Hurairah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:  Akan ada rombongan dari umatku tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab, bercahaya muka mereka bagaikan bulan purnama.
Abu Hurairah r.a. berkata: Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan Al-Asadi sambil menjinjing selimutnya, lalu berkata: Ya Rasulullah. doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka. Maka Nabi saw. berdoa: Ya Allah, jadikanlah dia dari golongan mereka.  Kemudian seorang sahabat Anshar berdiri dan berkata: Ya Rasulullah doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka.  Jawab Nabi saw.: Engkau telah didahului oleh Ukasyah r.a.  (Bukhari, Muslim).

Kamis, 20 Februari 2014


CARA MENDAFTAR PROGRAM UMROH / ZAHRA :

1. Datang langsung ke kantor MPM di Graha MPM : Jl Warung Buncit Raya No5, Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan 12740
    a. Mengisi Formulir Pendaftaran
    b. Membayar di kasir yang telah di sediakan
    c. Paket Produk Zahra / Hasanah akan di kirim ke alamat pendaftar atau di ambil sendiri

2. Dengan menghubungi Mitra MPM, dan meminta penjelasan cara mendaftar Umroh atau Haji di PT MPM
    a. Menghubungi Agen / Mitra MPM,( INU | cp 089650442680 tlp/sms ) dan Mitra MPM akan datang ke rumah anda
    b. Mengisi Formulir sementara yang akan diproses di kantor kami
    c. Men Transfer Uang PENDAFTARAN ke rekening Travel PT MAHARDIKA PUTRA MAHKOTA
    d. Data akan di proses 1 x 24 jam
    e. Paket Zahra / Hasanah akan di kirim ke rumah anda

3. Dengan mendaftar via Online di website PT MPM www.klikmpm.co.id
    a. Mengisi Formulir Pendaftran untuk Umroh ( Daftar Zahra ) untuk Haji ( Daftar Hasanah )







     b. Menyetujui ketentuan ketentuan yang berlaku untuk membeli Paket Zahra atau Hasanah 


      c. Mengisi formulir yang telah di sediakan dengan sebenar benarnya, 


Petunjuk pengisian: 
1. Mengisi kolom kolom yang telah disediakan 
2. Mengisi kolom sponsor dengan sponsor yang telah di tunjuk, dalam hal ini adalah ( Junianto Nugroho| ID Z0062591 )
3. Mengisi kolom upline dengan ( Junianto Nugroho| ID Z0062591 )
4. Jika semua kolom telah terisi dengan benar, silahkan klik submit 
5. Anda akan menerima ID sementara dengan awalan W00xxxxx dan nama anda
6. Menyetorkan uang pendaftaran via rekening bank yang telah di tunjuk, dengan melampirkan Nama dan Nomor ID Anda yang telah anda dapatkan melalui pendaftaran via website 
7. Menghubungi sponsor yang telah di tunjuk untuk konfirmasi bahwa anda sudah mendaftar via website, dalam hal ini sponsor anda adalah ( Junianto. N / INU| cp. 089650442680 )
8. Data yang telah masuk akan segera di proses oleh karyawan kami
9. Staterkit Umroh / Haji akan dikirim ke rumah anda sesuai alamat surat menyurat, dengan estimasi  2 minggu setelah pendaftaran 


contoh pembayaran melalui Bank BCA


Senin, 17 Februari 2014

Semua amal perbuatan tergantung pada Niatnya


عَنْ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِىَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ - رضى الله عنه - عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ »
Dari ‘Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi bahwa ia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab RA berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

Hadits di atas adalah hadits ke-1 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi (كتاب بدء الوحى) (Permulaan Turunnya Wahyu), Bab Cara Permulaan Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah (باب كَيْفَ كَانَ بَدْءُ الْوَحْىِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ).

عَلَى الْمِنْبَرِ : Yakni mimbar masjid Nabawi, Madinah


إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

إِنَّمَا adalah adatul-Hashr (untuk membatasi), yakni menetapkan sesuatu yang disebut setelahnya dan menafikan sesuatu yang tidak disebut. Dengan demikian, hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada amal perbuatan yang sah atau sempurna hukumnya kecuali berdasarkan niat.

بِالنِّيَّاتِ : Huruf ba’ menunjukkan arti mushahabah(menyertai) dan ada juga yang mengartikan sababiyah(menunjukkan sebab). Niyyaat adalah bentuk jama’ dari kata niyat. Secara etimologi bermakna ‘kehendak’ dan secara terminologi bermakna ‘kehendak yang dibarengi dengan perbuatan nyata’.

Para ahli fikih berselisih pendapat untuk menentukan apakah niat itu termasuk rukun atau syarat? Dalam hal ini pendapat yang paling kuat adalah, bahwa niat di awal pekerjaan adalah rukun, sedangkan menyertakannya dalam pekerjaan adalah syarat.


وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

امْرِئٍ : Manusia, baik laki-laki maupun perempuan
Jika kalimat pertama di atas menunjukkan apa saja yang termasuk amal, maka kalimat kedua ini menunjukkan akibat atau hasil dari amal itu. Kalimat pertama menjelaskan bahwa perbuatan itu harus disertai niat, kalimat kedua ini menegaskan bahwa seseorang tidak mendapatkan dari perbuatannya kecuali apa yang ia niatkan.


فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dalam hadits ini tidak terdapat kalimat فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ sebagaimana hadits-hadits lain yang lebih populer dan lebh banyak dihafal umat Islam. Ini dimungkinan karena riwayat Humaidi sampai kepada Imam Bukhari seperti lafadz hadits di atas. Imam Al-Karmani berkata: “Hadits ini terkadang diriwayatkan secara lengkap dan terkadang tidak, hal itu disebabkan perawi yang meriwayatkannya juga berbeda. Memang setiap perawi telah meriwayatkan hadits sesuai dengan apa yang dia dengar tanpa ada yang dihilangkan, sedang Bukhari menulis riawayt hadits ini sesuai dengan judul yang dibicarakan.”

Memang prinsip Imam Bukhari dalam menulis hadits adalah tidak menulis satu hadits yang berbeda periwayatannya dalam satu tempat. Apabila ada hadits yang mempunyai sanad lebih dari satu, maka ia menulisnya pada tempat yang berbeda pula, dan tidak pernah beliau menulis hadits dengan menghilangkan sebagiannya, sedang pada tempat yang lain beliau menulis secara lengkap. Juga tidak dijumpai satu hadits pun dengan sanad dan matan yang sama dan lengkap ditulis pada beberapa tempat, kecuali sebagian kecil saja, yakni kurang lebih dua puluh tempat.

هِجْرَتُهُ : Hijrah secara etimologi bermakna ‘meninggalkan’ dan secara terminologi bermakna ‘meninggalkan negeri kafir ke negeri Islam untuk menghindari hal-hal yang buruk.’ Adapun yang dimaksud dengan hijrah dalam hadits ini adalah perpindahan dari kota Makkah dan kota-kota lain ke kota Madinah, sebelum fathu Makkah.

هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا : Untuk mendapatkan keuntungan duniawi
Kata dunya berasal dari Ad-dunuw yang berarti dekat. Dinamakan demikian karena dunia lebih dahulu dari pada akhirat atau karena dunia sangat dekat dengan kehancuran/kebinasaan.

إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا : Untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahi
Disebutkannya kata wanita secara khusus setelah kata umum (dunia) adalah untuk menekankan bahwa bahaya dan fitnah yang ditimbulkan oleh wanita sangat besar. Ini juga berkaitan dengan sababul wurud hadits ini. Imam At-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dengan sanad yang bisa dipercaya, bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Diantara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun, wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut hijrah dan menikahinya. Karena itu kami memberinya julukan Muhajir Ummu Qais.”

فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ : Maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia tuju
Seseorang yang melakukan amal ibadah tetapi niatnya bukan karena Allah, tetapi ingin mendapatkan dunia atau wanita maka ia tidak mendapatkan pahala dari Allah. Inilah yang termasuk syirik asghar. Namun dalam konteks hijrah pada hadits ini, jika diniatkan menjauhi kekufuran dan menikahi wanita, hijrahnya kurang sempurna dibandingkan dengan orang yang berhijrah dengan niat yang tulus. Meskipun, niat menikahi wanita –baik hijrah atau tidak- akan mendapatkan pahala jika pernikahannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena pernikahan adalah anjuran agama Islam.

Hal ini seperti peristiwa masuk Islamnya Thalhah, sebagaimana diriwayatkan oleh Nasa’i dan Anas, ia berkata, “Abu Thalhah telah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar masuk Islam, karena Ummu Sulaim telah masuk Islam lebih dahulu dari pada Abu Thalhah. Maka ketika melamarnya, Ummu Sulaim berkata, “Aku sudah masuk Islam, seandainya kamu masuk Islam, maka saya bersedia dinikahi.” Lalu Abu Thalhah masuk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.

Imam Ghazali menggaris bawahi apabila keinginan untuk memperoleh dunia lebih besar dari keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka orang itu tidak mendapatkan pahala, begitu pula apabila terjadi keseimbangan antara keduanya, ia tetap tidak mendapatkan pahala. Akan tetapi apabila seseorang berniat untuk ibadah dan mencampurnya dengan keinginan selain ibadah yang dapat mengurangi keikhlasan, maka Abu Ja’far bin Jarir Ath-Thabari telah menukil perkataan ulama salaf, bahwa yang harus menjadi tolak ukur adalah niat awal, apabila ia memulai dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka perubahan niat tidak menggugurkan pahalanya. Wallaahu a’lam bish shawab.

[Muchlisin, diringkas dari Fathul Baari dan Al-Wafi]

WIRID YANG MENGELUARKAN DIRI DARI KESULITAN RIZKI

WIRID YANG MENGELUARKAN DIRI DARI KESULITAN RIZKI ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Ustad, wirid apa yang harus saya baca agar saya keluar dari kesulitan rizki?

Sahabatku setelah terus sabar dalam ikhtiar, doa,tawakkal, baik sangka dan optimis maka perhebat istiqfar, coba mulai biasakan setiap selesai sholat fardhu apalagi selesai sholat malam untuk tidak buru-buru beranjak kecuali istigfar dari minimal 3x, 70x sampai 100x,

Rasulullah tidak bangun dari tempat duduk beliau sampai istigfar 70x dan riwayat lain 100x.

Sahabatku, silakan buka surah Nuh ayat 10 -13, dengan istigfar, Allah bukakan "biamwaalin" rizki yang berlimpah berkah.

Rosulullah bersabda, "Barang siapa membiasakan istigfar, Allah mudahkan saat sulit, Allah tunjunkan jalan keluar dari masalahnya, dan Allah beri rizki dari jalan yang tidak disangka".

Subhanallah & Semoga Bermanfaat

Semoga kita termasuk penghuni - penghuni Syurga Nya Aamiin..

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Sumber : ustad Yusuf Mansur 

Sabtu, 08 Februari 2014

Do'a Sujud Tilawah

Do'a Sujud Tilawah


اللّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَأَنْتَ رَبِيْ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْن (رواه الترمذي)

Allâhumma laka sajadtu wa laka aslamtu wa bika âmantu wa anta Robbî sajada wajhiya lilladzî kholaqohu wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu fatabârokallâhu ahsanulkhôliqîn
Ya Allah kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, Engkau Tuhanku bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan Kekuatan-Nya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta”. (HR. At-Tirmidzi: 2/474)

8 Nasehat Umar bin Khattab Ra Tentang Kunci-Kunci Kemuliaan

8 Nasehat Umar bin Khattab Ra Tentang Kunci-Kunci Kemuliaan

1. barangsiapa meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah

2. barangsiapa meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu’kan dalam hati

3. barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah

4. barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan, maka dia akan diberi kewibawaan

5. barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan

6. barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberi kecintaan kepada akhirat

7. barangsiapa meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki aibnya sendiri

8. barangsiapa meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari nifaq

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Kamis, 06 Februari 2014

7 Bacaan Pembuka Pintu Rezeki

7 Bacaan Pembuka Pintu Rezeki :



(1). Memperbanyak Membaca “La hawla Wala Quwwata Illa billah"
●Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah" ( HR. At Tabrani )

(2). Membaca ” La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”
●Barangsiapa setiap hari membaca "La ilaha illallahul malikul haqqul mubin" maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut di dalam kubur (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).

(3). "Beristighfar"
●Barangsiapa beristighfar nescaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga” ( HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah ).

(4). Membaca "Surat Al-Ikhlas“
●Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya. ( HR. AtTabrani ).

(5). Membaca Surat Al-Waqiah“
●Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup “(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman).

(6). Memperbanyak "Salawat Ke Atas Nabi".
●Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaih iwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”

(7). Membaca "Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim"
●Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat).

Mari kita amalkan sebagai dzikir harian, semoga rezki anda semakin melimpah, lancar dan barokah.

aamiin.

Sumber : ustad Yusuf Mansur